neniafrima

The greatest WordPress.com site in all the land!

Bagaimana Seorang Anak Belajar? 13 Desember 2012

Filed under: Tak Berkategori — neniafrima @ 11.23

BAGAIMANA SEORANG ANAK BELAJAR?

Gambar

Menurut pandangan Behavioristik belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang dapat diamati (observable) dan dsapat diukur (messurable). Sedangkan pendekatan kognitif berpendapat bahwa belajar adalah sebagai perubahan perkemabngan ,dan menurut pandangan Kontruktivisme belajar adalah pembangun aktif pengertahuannya sendiri.

Dari sekian banyak pengertian dari belajar yang dikemukakan berdasarkan teori-teorinya maka kita dapat mengetahui bahwa unsur-unsur dari belajar adalah proses/kegiatan,pengalaman dan perubahan tingkah laku.

Berdasarkan prinsipnya anak adalah seorang pembelajar aktif,anak akan senantiasa selalu belajar dari lingkungangan dengan melibatkan semua alat indranya sesuai dengan tahapan perkembangannya sehingga anak tersebut dapat menemukan pengalaman sendiri men genai apa saja yang ditemukannya atau dipelajarinya

Sesuai dengan fitrahnya anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi,ketertarikan dan antusiasme untuk mempelajari hal yang baru bagi diri mereka,sehinnga Seorang anak usia dini belajar dengan cara yang unik,yang berbeda dengan orang-orang yang telah dewasa, yaitu meliputi:

  1. Anak belajar melalui bermain.

Dunia anak adalah dunia bermain.melalui bemain anak memperoleh dan memproses informasi belajar hal-hal yang baru dan melatih melalui keterampilan yang ada.dan cara yang terbaik untuk mengajarkan keingintahuan mereka adalah melalui bermain.

Bermain bagi seorang anak adalah “pekerjaannya”. Aktuvitas bermain harus diarahkan dan lebih terencana sehingga dari kegiatan ini diharapkan dapat memacu aspek perkembangan dari individu seorang anak,baik sosial,emosional,spritual,kognitif,bahasa,motoik maupun estetika. Bermain dapat diintegrasikan kedalam keseluruhan aktivitas belajar yang mereka lakukan disekolah dan dirumah.

2. Anak belajar dengan “melakukan”.

Keterlibatan yang aktif dengan bantuan benda atau media konkret. Anak membutuhkan pengalaman untuk berhadapan lansung dengan hal nyata atau tamapak seperti melalkukan percobaan sains,bermain peran,field trip dan kegitan sejenis dalam kegiatan belajaranya.

3. Anak belajar melalui panca indranya

Mereka belajar melalui penglihatan,pendengaran,memegang,mersakan dan menciumnya. Semakin sering kita menstimulasi panca indera  mereka semakin optimal semuanya dalam berfungsi dalam menunjangpembelajran yang tengah kita lakukan terhadap anak didik.

4. Anakbelajar melalui motivasi

Motivasi adalah =kunci penting dalam belajar. Materi pelajaran yang menarikdan lingkungan yang mendukung  akan mempu melejitkan dan menginspirasi anak untuk belajar. Guru dan orang tua yang menghargai kemampuan setiap anak dan bersikap mmenyenangkan,disertai pujian tulus yang disampaikan lewat ungkapan kebanggaan terhadap sekecil apapun prestasi yang telah dilakukan sianak,kedepan dapat memacu anak untuk bergairah dalam belajar.

Memberikan pengalaman yang positif lewat motivasi diri dalam kegiatan mereka ditambah memupuk keberanian anak dalam belajar,bisa menumbuhkan kepercayaan dirinya.

5. Anak belajar lewat mencotoh

Melalui pengamatan yang terhadap hal-hal yang terjadi disekitar mereka ,kemudian mencotoh apapun yang mereka lihat dan dengar tadi. Mereka belajar nilai-nilai dan etika hidup pertama kali justru dari mengamati orang tua,guru,interaksi dengan teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

6. Anak butuh dicintai,dilindungi merasa aman dan nyaman ketika belajar.

Lingkungan dengan atmosfer yang hangat dan menerima mereka apa adanya ,baik kelebihan maupun kekurangan,akan lebih kondusif  dan cocok bagi perkembangan mental dan intelektual mereka dari pada li8ngkungan yang kompetitif dan perlakuan sejenis lainnya.

7. Anak belajar dengan “teman khyalannya”.

Anak usia pra sekolah mempunyai teman khayalan. Mereka seolah berbincang,memerankan sebuah permainan. Tidak perlu dikwatirkan jika anak tidak terlalu terlibat dan tergantung kepada teman-teman khayalnya. Tetapi jika anak tampak tidak bahagia atau tidak mau berinteraksi dengan orang lain ,mungkin ia membituhkan penanganan yang tepat dan konseling dari ahlinya.

sumber: Syefriani Darnis,Bukan Guru Biasa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s