neniafrima

The greatest WordPress.com site in all the land!

PROSES PERSALINAN 22 November 2012

Filed under: Tak Berkategori — neniafrima @ 16.10

 

makalah ini saya bahas, waktu pembelajaran mata kuliah antropobiologi

PERSALINAN

.1. Pengertian Persalinan

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (MANUABA,1998:158). Secara umum, persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.

.2. Jenis-jenis Persalinan

  • Persalinan spontan : bila persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir
  • Persalinan buatan : bila persalinan dibantu dengan tenaga diluar mislanya ekstraksi dengan forceps atau dilakukan operasi Sectio Caesarea
  • Persalinan anjuran : bila bayi sudah cukup besar untuk hidup diluar tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan atau persalinan yang terjadi setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin, atau prostaglandin.

II.3. Persiapan Kelahiran

Pada trisemester akhir menjelang kelhairan sang bayi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terutama barang – barang keperluan ibu dan sang bayi yang nantinya akan dibawa ke rumah sakit.

  • . Membuat rencana persalinan, meliputi :
    a. tempat persalinan
    b. memilih tenaga kesehatan terlatih
    c. bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut
    d. bagaimana transportasi yang bisa digunakan untuk ke tempat persalinan tersebut
    e. siapa yang akan menemani persalinan
    f. berapa biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana cara megumpulkannya
    g. siapa yang kan menjaga keluarganya jika ibu melahirkan
  • . Membuat rencana pembuatan keputusan jika kegawat daruratan pada saat pembuat keputusan utama tidak ada
    a. siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga
    b. siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawat daruratan
  •  Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan
    a. dimana ibu akan melahirkan
    b. bagaimana cara menjangkaunya
    c. kemana ibu mau dirujuk
    d. bagaimana cara mendapatkan dana
    e. bagaimana cara mencari donor darah
  •  Membuat rencana atau pola menabung
    a. tabungan ibu bersalin (tabulin )
  • Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan
    a. kain panjang 4 buah
    b. pembalut wanita
    c. handuk, waslap, alat mandi, alat make up
    d. pakaian terbuka depan, gurita ibu, BH
    e. pakaian bayi lengkap, minyak telon
    f. tas plastik/  kresek
  • Hindari kepanikan dan ketakutan
  1. a.      Siapkan diri ibu, ingat bahwa setelah semua ini ibu akan mendapatkan buah hati yang didambakan.
  2. b.      Simpan tenaga anda untuk melahirkan, tenaga anda akan terkuras jika berteriak- teriak dan bersikap gelisah
  3. c.       Dengan bersikap tenang, ibu dapat melalui saat persalinan dengan baik dan lebih siap
  4. d.      Dukungan dari orang – orang terdekat, perhatian dan kasih saying tentu akan membantu.

II.4. Tanda – Tanda Melahirkan

  • Gejala paling khas menjelang persalinan adalah rasa mulas. Perut terasa seperti kram, mirip saat menstruasi. Ada juga yang merasa mual, kembung, dan nyeri punggung. Bahkan ada yang diare atau pusing.
  • Terasa nyeri di selangkangan. Anda akan merasakan nyeri di bagian selangkangan karena ada tekanan sebagai akibat posisi kepala janin sudah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Lantaran janin menekan kandung kemih, ibu hamil menjadi sering buang air kecil. Anda juga merasakan sakit pada perut, mulas, sering buang air besar, dan buang angin.
  • Keluar lendir kental bercampur darah. Mulai keluar cairan lendir kental sedikit lengket. Lendir ini dapat bercampur darah bila leher rahim dalam proses membuka. Sebaiknya Anda segera berangkat ke rumah sakit dengan membawa perlengkapan menginap yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Pecah ketuban. Muncul air ketuban dari vagina, bisa berupa rembesan basah di celana atau mengucur deras sampai ke kaki Anda. Segeralah ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.
  • Kontraksi rahim. Anda akan mengalami kontraksi rahim yang berturutan selama 5 menit dan tidak hilang dalam 1 jam. Bedakan dari kontraksi palsu yang biasanya datang secara tiba-tiba dan langsung hilang.
  • Rahim membuka. Persalinan ditandai dengan membukanya rahim, mulai bukaan 1 sampai 10. Fase bukaan ini secara medis diartikan berapa cm ukuran  pembukaan pada mulut rahim. Bukaan ke-1, artinya mulut rahim telah membuka 1 cm, sedangkan bukaan sempurna ditandai dengan membukanya mulut rahim selebar 10 cm sehingga dapat dilewati oleh kepala bayi.

II.5. Proses Persalinan

PERSALINAN KALA 1

FASE PEMATANGAN / PEMBUKAAN SERVIKS

Dimulai pada waktu serviks membuka karena his, kontraksi uterus yang teratur makin lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran darah lender yang tidak lebih banyak daripada darah haid.

Berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap ( pada periksa dalam, bibir persio servik tidak dapat diraba lagi). Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala 1.

Peristiwa penting pada persalinan kala 1:

  1. Keluar lendir / darah ( bloody show ) akibatnya terlepasnya sumbat mucus ( mucous plug ) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vascular kapiler serviks dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus.
  2. Ostium uteri intermum dan ekstermum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar
  3. Selaput ketuban pecah spontan ( ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm )

PERSALINAN KALA 2

FASE PENGELUARAN BAYI

Dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap

Berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat kuat. Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala 2

Peristiwa penting pada persalinan kala 2

  1. Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul
  2. Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin kuat
  3. Perineum mereganng dan anus membuka (hemoroid fisiologik)
  4. Kepala dilahirkan lebih dulu dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumber putar / hipomokion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan
  5. Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi)

Gerakan utama pengeluaran janin pada persalinan dengan letak belakang kepala

  1. Kepala masuk pintu atas pinggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu atas panggul atau miring / membentuk sudut dengan pintu atas panggul
  2. Kepala turun ke dalam rongga panggul akibat
  • Tekanan langsung dari his dari daerah fundus kea rah daerah bokong
  • Tekanan dari cairan amnion
  • Kontraksi otot dinding perut dan diafragma (mengejan)
  • Badan janin terjadi ekstensi dan menegang
  1. Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke toraks, posisi kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito-hregmatikus (belakang kepala)
  2. Rotasi interna (putaran paksi dalam) selaindisertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun kecil kearah depan, membawa kepala melewati distansia interespinarum dengan diameter biparietalis.
  3. Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva, terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior. Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung, mulut, dagu.
  4. Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis kemudian di lahirkan bahu depan dan bahu belakang
  5. Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan di keluarkan dengan mudah. Selanjutnya lahir badan dan lengan, panggul / trokanter depan dan belakang, tungkai dan kaki.

PERSALINAN KALA 3

FASE PENGELUARAN PLASENTA

Dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap dan Berakhir dengan lahirnya plasenta

Kelahiran plasenta merupakan lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri. Lepasnya plasenta dari insersinya mungkin dari sentral di tandai dengan perdarahan baru, atau dari tepi / marginal, jika tidak disertai perdarahan atau mungkin juga serempak sentral dan marginal.

Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi, sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah. Pada keadaan normal, kontraksi uterus bertambah keras, fundus setinggi sekitar / di atas pusat. Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir ( jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir disebut solusio/abruption placentae- keadaan gawat darurat abstetrik).

II.6. Gangguan Persalinan

  1. Distosia

Adalah persalinan yang sulit dan tidak bisa berlanjut dan dapat diakibatkan karena tidak memadai tenaga ibu, janin terlalu besar, atau kelainan pada jalan lahir ibu misalnya panggul terlalu sempit. Biasanya dokter akan berusaha menolong dengan vakum, cunam/forsep, atau sesar.

  1. Gangguan pengeluaran plasenta

Gangguan pengeluaran plasenta baru terjadi pada tahap 3. Meskipun timbul saat bayi sudah lahir ini tidak  bisa dianggap sepele. Gangguan pengeluaran plasenta misalnya plasenta tidak keluar sempurna atau pendarahan banyak dapat menimbulkan Pendarahan Pasca Persalinan (P3) yang dikenal sebagai salah satu penyebab kematian ibu melahirkan yang paling sering terjadi, karena itu, para dokter dan bidan selalu mengawasi ibu  yang baru melahirkan dengan cermat, agar gangguan ini tidak terjadi.

Penyebab gannguan  pengeluaran plasenta adalah sebagai berikut :

–          Kontraksi pada rahim yang tidak cukup baik

–          Plasenta hanya  trlepas sebagian atau tertinggal sebagian dalam rongga rahim

–          Akibat kelainan pembekuan darah ibu

  1. Luka dijalan lahir

Luka dijalan lahir dapat terjadi pada saat proses bersalin. Misalnya vagina (jalan lahir) mengalami luka robekan, memar, atau bengkak (hematoma obstetric atau gumpalan darah akibat sederanya pembuluh darah akibat gerakan kepala janin saat bersalin, tusukan pembuluh darah selama anestesi local dan lain-lain). Jika tidak diketahui dan dibiarkan saja luka ini dapat mengakibatkan pendarahan .

Gangguan lain pada proses persalinan adalah

  • Paritas

Cervix yang pernah mengalami pembukaan sampai pembukaan lengkap memberikan tahanan yang lebih kecil. Juga dasar panggul seorang multipara tidak memberikan tahanan banyak terhadap kemajuan anak.

  • Cervix yang kaku

Cervix yang kaku memberikan tahanan yang jauh labih besar dan dapat memperpanjang persalinan. Yang dinamakan cervix yang kaku adalah cervix yang kerasnya seperti ujung hidung, sedangkan yang dinamakan cervix yang lunak adalh yang konsistensinya seperti bibir.

  • Umurnya penderita

Primigravida yang muda adalah yang umurnya antara 12-16 tahun, persalinan pada umumnya berlangsung seperti biasa tetapi pada orang ini lebih sering dapatkan toxaemia.

Umur yang lanjut biasanya membawa hypertensi, obesitas, dam myoma uteri, sedangkan penyulit obstetrinya adalah letak sungsang, partus praematurus dan kelainan bawaan lebih sering dijumpai misalnya mongolismus.

  • Internal (jangka waktu) antara pesalinan

Kalau internal melebihi 10 tahun maka kehamilan dan persalinan menyerupai kehamilan dan persalinan pada primi tua, jadi sebagai penyulit dapat disebut persalinan lama, placenta praevia dan solution placentae, kematian perinatal juga lebih tinggi.

  • Besarnya anak

Kalau bayinya besar, maka ada kecenderungan pada partus yang lebih lama baik dalam kala I maupun kala II. Pada multipara rupanya tidak ada pengaruh dari bayi yang besar pada lamanya persalinan.

II.7. Penampilan Bayi Baru Lahir

Bayi yang baru lahir belum menampakkan kecantikannya ataupun ketampanannya. Penampilan yang sering diperlihatkan oleh bayi yang baru lahir adalah :

  1. Bayi kelihatan biru karena tekanan pada sirkulasi darahnya selama persalinan
  2. Tubuh ditutupi zat-zat lemak putih dan licin yang dikenal dengan venix. Venix berfungsi sebagai lapisan kedap air bagi kulit bayi pada saat ia berada di dalam rahim. Serta terdapatnya bulu-bulu halus (lanugo) pada tubuh bayi yang memiliki fungsi yang sama dengan venix.
  3. Kadang-kadang terdapat bercak-bercak darah pada kulit bayi yang disebabkan adanya atau terdapatnya sedikit darah pada saluran vagina si ibu. Hal ini terjadi meskipun tidak terjadi pendarahan selama persalinan
  4. Tekadang testis berwarna biru dan membesar pada bayi laki-laki dan pada bayi perempuan labianya berwarna merah dan bengkak, hal ini disebabkan karena meningkatnya hormone-hormon pada saat ibu melakukan persalinan
  5. Caput. Caput adalah tonjolan berisi air pada kepala bayi karena disebabkan adanya tekanan pada daerah itu selama persalinan. Keberadaan caput bisa pada wajah dan kulit kepala namun tidak berbahaya dan akan hilang dalam 24 jam pertama dan sesudahnya.
  6. Cephalhuematoma merupakan bentuk lain dari tonjolan akibat memar pada saat persalinan, biasanya muncul pada sisi kepala bayi, lebarnya dapay mencapai 4 cm dan tebal 2,5 cm. pembekakan disebabkan oleh adanya darah dibawah kulit dan ini tidak berbahaya dan akan berangsur-angsur hilang dalam beberapa bulan.
  7. Pembekakan tengkorak atau bentuk kepala. Bayi yang baru lahir terkadang memperlihatkan bentuk kepala yang agak aneh, hal ini disebabkan pembentukan tulang kepala selama kelahiran. Namun ketidaksamaan itu tidak berlangsung lama dan kepala bayi akan berangsur-angsur membulat dalam beberapa hari.
  8. Tanda lahir

Beberapa tanda lahir menyertai bayi yang baru dilahirkan. Tanda lahir ini ada yang akan segera hilang dalam beberapa waktu tapi ada juga yang permanen. Bentuk-bentuk tanda lahir :

  1. Storkmark adalah tonjolan berwarna merah yang biasa ditemukan pada pangkal hidung bayi atau diantara kedua matanya (bawah), tanda ini akan hilang pada waktu singkat.
  2. Tanda biru, tanda ini umumnya ditemukan pada bayi berkulit gelap terutama suku di Asia Tengah. Tanda ini dapat dilihat pada dasar tulang belakang, seperti memar berwarna biru tua dan akan jelas terlihat ketika bayi baru dilahirkan ketika warna kulitnya lebih terang.
  3. Haemangioma adalah tanda lahir berwarna merah tua yang disebabkan pembesaran sekelompok pembuluh darah dekat kulit, tanda ini akan hilang ditahun-tahun awal bayi dilahirkan.
  4. Kuning. Kondisi yang secara fisiologi disebut “kuning” umum terjadi pada bayi yang baru dilahirkan yang disebabkan berlimpahnya jumlah sel darah merah pada saat bersalin yang harus diatasi oleh hati bayi yang belum matang dan berfungsi dengan baik. Untuk menggagalkan sel-sel tersebut dibuat pigmen kuning bllirubin yang mungkin belum cukup diproduksi oleh hati dengan cepat. Pada “kuning” semacam ini bayi membutuhkan cairan ekstra dan perlu terkena sinar matahari bisa juga dengan perawatan dengan penyinaran ultraviolet dari tabung fijar
  5. Juling. Beberapa bayi yang baru lahir tanpak seperti juling hal itu disebabkan karena adanya lipatan ganda kulit disekitar kelopak matanya sehingga tanpak juling. Bisa juga terjadi karena bayi yang masih kecil sulit untuk memusatkan kedua matanya pada sebuah objek dan salah satu matanya mengelana kemana-kemana. Juling semacam ini akan hilang seiring dengan berkembangnya bayi. Setelah 6 bulan juling yang tak mau hilang atau mata yang malas harus dilaporkan pada dokter karena kondisi ini dapat diatasi lewat bedah.
  6. Mata belekan juga umum terjadi karena saat lahir ada sedikit bakteri di jalan lahir hingga di mata bayi sehingga harus dibersihkan oleh kelenjer air mata atau bersihkan dengan kapas dibubuhi air matang, biasanya hilang dalam seminggu.
  7. Wajah berjerawat terjadi akibat sisa-sisa hormon yang dibawa bayi dari kandungan atau karena ia berbakat elergi. Ini akan sembuh dengan sendirinya dan mungkin ibu perlu berpantang dengan makanan tertentu.
  8. Telinga bentuknya tidak sama antara yang kanan dan yang kiri, kadang terlipat dan kadang berbulu. Tetapi hal ini tidak akan menetap melainkan akan menuju bentuk sempurna dan rambut disekitar telingapun akan rontok.
  9. Bibir bayi akan kering untuk sementara waktu yang disebut sucking blister. Hal ini terjadi akibat gesekan antara bibir bayi dengan putting atau ereola, kulit bibir yang kering akan segera tergantikan dengan lapisan baru.
  10. Kepala di hari-hari pertama tidak benar-benar bulat akibat posisi dalam rahim ataupun proses persalinan yang dialami, tapi akan kembali ke bentik normal dlam seminggu pertama. Bayi juga bisa mengalami cephal hematoma yaitu benjolan di kepala bagian samping akibat adanya darah yang terkumpul di antara kulit dan tulang tengkorak. Hal ini bisa terjadi karena adanya kesulitan proses persalinan,  biasanya terjadi 24-28 jam pasca persalinan. Tapi tidak mempengaruhi otak bayi dan bisa menghilang beberapa minggu.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nolan, Mary. 2004. Kehamilan & Melahirkan. Jakarta – Arcan

Pujiastuti. 2009.Ibu hamil dan Bayi.Jogyakarta-Tugu Publiser

Wendy, Rose-Nell. 2008. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta. Dian Rakhyat Dewi, Vivian Nanny Lia dan Sunarsih, Tri. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta. Salemba Medika

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s